Cinta itu menyakitkan bila kita mencintai tapi dikhianati.

Cinta itu menyakitkan bila kita mencintai tapi tidak dihargai.

Cinta itu menyakitkan bila kita mencintai tapi tidak dimengerti.

Cinta itu menyakitkan bila kita mencintai tapi disalah mengerti.

Cinta itu menyakitkan bila kita mencintai tapi tidak dihiraukan.

Cinta itu menyakitkan bila kita mencegah dan melarang untuk kebaikan tapi dimusuhi

Cinta itu menyakitkan tatkala kita tidak menghiraukan jeritan dan peringatan dari orang yang mencintai kita.

Cinta itu menyakitkan bila kita mencintai tapi cinta kita dipermainkan.

Tapi tahukah kamu…

Hati Bapa sakit saat Dia mencintai tapi cintaNya dan anugrahNya dipermainkan.

Hati Bapa sakit saat Dia menjerit “Jangan kesana dan kembalilah sekarang” tapi tidak kita hiraukan.

Hati Bapa sakit saat Dia melarang kita untuk kebaikan tapi kita memusuhiNya.

Hati Bapa sakit saat Dia mencintai tapi cintaNya tidak dihiraukan.

Hati Bapa sakit saat Dia mencintai tapi cintaNya disalah mengerti.

Hati Bapa sakit saat Dia mencintai tapi cintaNya tidak dimengerti.

Hati Bapa sakit saat Dia mencintai tapi kita tidak menghargai cintaNya.

Hati Bapa begitu sakit saat Dia mencintai tapi kita menghianati cintaNya.

Dan akhirnya, Bapa hanya mampu terdiam melihat kita melukaiNya.

Dia hanya mampu menangis dan menanggung sakit saat kita melukaiNya.

Dia hanya mampu menunggu kita untuk kembali padaNya dengan berderai air mata.

Dia hanya mampu berkata “Kembalilah padaKu” dengan air mata.

Dia hanya mampu menunggu kita bertobat dan meninggalkan tingkah kita yang menyakitiNya.

Kembalilah padaNya dan jangan biarkan Dia menunggu.

Kembalilah padaNya dan jangan biarkan Dia menangis lagi melihat perbuatan kita.

Kembalilah padaNya sekarang juga..

Karena hanya pertobatanmu dan cintamu yang tulus yang mampu membuat Bapa tersenyum lagi..

Karena cinta akan menjadi indah tatkala cinta itu terbalas dengan cinta yang tulus juga.