JOHN WESLEY
Monday, 16 November 2009
Ayah John Wesley adalah seorang pendeta dan ia  menghidupi keluarganya dari gajiannya yang kecil sebagai pendeta. John wesley melihat betapa miskin dan menderitanya  keluarganya saat  itu. Oleh karena hal inilah maka ketika ia memutuskan untuk terjun di dalam pelayanan, ia tidak pernah mengharapkan akan mendapatkan uang yang banyak dan menjalani kehidupan yang berkecukupan. Ternyata, ia mengalami  kehidupan yang lebih baik daripada ayahnya. Ia mendapatkan kesempatan untuk mengajar di  Universitas Oxford dan mulai dari situ keadaan keuangan membaik. kedudukan yang  cukup penting membuatnya mendapatkan bayaran yang lumayan banyak, yaitu 30 poundsterling per tahunnya, gaji yang yang lebih dari cukup untuk membiayai hidupnya sebagai bujangan pada saat itu. uang yang banyak, membuat John memuaskan dirinya dengan berbagai kesenangan.

Suatu hari di musim dingin setelah John baru selesai memasang lukisan mahal yang dibelinya, seorang pembantu datang untuk  membersihkan kamarnya. Ia melihat bahwa pembantu itu tidak memiliki pakaian  tebal untuk menghangatkan tubuhnya, selain sehelai pakaian tipis yang membungkus tubuhnya di musim dingin itu. John bermaksud memberinya uang untuk membeli baju  hangat, tetapi uangnya di belanjakan untuk lukisan-lukisan mahal.

Saat itulah  John Menyadari bahwa Tuhan pasti tidak berkenan dengan caranya menggunakan  uang.  Peristiwa musin dingin itu, akhirnya mengubah pandangan hidup John. Maka mulailah ia membatasi penggunaan uangnya, agar  bisa memberi kepada mereka yang berkekurangan. setelah mencatat semua kebutuhan hidupnya, ternyata ia hanya membutuhkan 28 poundsterling dan ini berarti ia mempunyai 2 poundsterling untuk disumbangkan kepada orang miskin.
Tahun berikutnya, gajinya menjadi 60 poudsterling  atau dua kali lipat dari gajinya semula, tetapi ia masih dapat menekan kebutuhan hidupnya dengan jumlah semula, yaitu 28 poundsterling dan ia memiliki 32 poundsterling untuk diberikan kepada sesamanya yang benar- benar membutuhkan.

Tahun berikutnya, gajinya naik lagi menjadi 90  poundsterling, namun biaya hidupnya tetap 28 poundsterling dan sisanya 62 poundsterling ia berikan untuk orang-orang miskin. Selanjutnya gajinya terus naik, sehingga ia  mendapatkan jumlah yang semakin banyak untuk diberikan.

John Wesley mengajarkan sesuatu yang sudah semakin sulit kita temukan sekarang , yaitu semakin besar pendapatan, semakin besar pula pemberian kita. ‘Kita sudah terbiasa dengan pola’ semakin besar pendapatan, semakin tinggi taraf hidup, semakin besar pengeluaran.

John Wesley berkata, “Bagaimana mungkin saya mengoleksi barang-barang yang mahal yang tidak terlalu penting sementara banyak orang yang membutuhkan roti untuk tetap bertahan hidup?”

Renungkanlah teladan John wesley ini, kita  harus bijaksana di dalam menggunakan uang dan berkat yang Tuhan  berikan. Semakin bijak kita menggunakan uang, semakin  besar yang Tuhan percayakan.