LAKI-LAKI TUA BODOH MEMINDAHKAN GUNUNG

Lukisan karya seorang seniman Cina terjual dengan harga 30 juta yuan atau sekitar 35,65 milyar rupiah. Menurut harian The China Daily, ( Selasa, 27 Juni 2006 ), harga ini merupakan rekor baru harga lukisan cat minyak Cina. Lukisan karya Xu Bei Hong itu, yang berjudul Laki-laki Tua Bodoh Memindahkan Gunung (1939), dibeli oleh seorang kolektor dalam acara lelang di Beijing.

Lukisan karya Xu itu menggambarkan cerita rakyat Cina tentang seorang laki-laki yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk mencangkul, demi memindahkan gunung yang mengucilkan tempat tinggalnya dari dunia luar.

Dalam cerita ini, si laki-laki tua dianggap bodoh karena berusaha memindahkan gunung dengan cara mencangkulinya. Apakah berhasil tidaknya seseorang memindahkan gunung, sangat ditentukan oleh kecerdasan seseorang? Seseorang bisa berhasil kalau pintar, dan sebaliknya usaha ini bisa gagal kalau dikerjakan oleh orang bodoh. Apakah factor yang menentukan seseorang bisa memindahkan gunung? Mari kita simak apa yang dikatakan Yesus.

Yesus berkata bahwa jika seseorang mempunyai iman, ia akan sanggup memindahkan gunung. Memindahkah gunung di sini bukan secara harfiah, tetapi mari kita perhatikan makna yang tersirat di dalamnya. Gunung di sini mengandung makna sesuatu yang mustahil atau sesuatu yang kemungkinannya sangat kecil. Oleh karena itu, diperlukan iman.

Iman atau sesuatu yang diyakini, akan memengaruhi pikiran seseorang. Kekuatan pikiran iniliah yang akan memberi dorongan pada orang itu, sehingga apa yang diyakininya terwujud. Iman yang mesti kita miliki tentu bukan iman yang pasif, pasrah, dan tak berbuat apa-apa. Iman kita harus berisi keyakinan bahwa oleh pertolongan Tuhan, apa saj yang kita kerjakan akan berhasil. Bukan dengan mengandalkan kekuatan atau pikiran sendiri, karena kita sadar benar bahwa manusia punya banyak keterbatasan.

Kita pasti sangat mengenal kisah Petrus berjalan di atas air. Apakah ia bisa berjalan di atas air karena kemampuan dan kepintarannya? Pasti bukan! Itu terjadi karena imannya. Buktinya, ketika ia mulai ragu-ragu dan takut, Petrus pun tenggelam. Demikian juga sewaktu Tuhan Yesus menyembuhkan orang lumpuh, dengan jelas Tuhan mengatakan bahwa iman orang itulah yang menyembuhkannya.

Dari kisah-kisah di zaman Tuhan Yesus maupun kesaksian orang percaya di zaman sekarang, kita melihat bahwa kekuatan iman sungguh luar biasa , melebihi pikiran kita. Oleh karena itu, jika anda ingin mengalami mujizat dari iman, perjuangkanlah segala kerinduan anda dengan keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai dan menolong perjuangan kita.

SELAMAT BERIMAN!