Amsal 31:10-31

Maria Hartiningsih, wartawan harian Kompas, menulis, “Kalau ingin mata yang indah, carilah kebaikan dalam diri setiap orang; kalau ingin bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata yang bijaksana; kalau ingin tubuh yang semampai, berjalanlah dengan ilmu pengetahuan; dan kalau ingin tubuh yang langsing, berbagilah makanan dengan orang yang miskin.”

Wataklah yang membuat cantik, bukan sekadar penampilan fisik. Kebijaksanaan wanita yang digambarkan dalam amsal ini terlihat dari perilakunya terhadap suami, anak, pekerjaan, dan rumahnya. Rambut yang indah, mata yang cantik, bibir yang menarik ataupun tubuh yang menawan tidak disinggung sama sekali. Akan tetapi, yang ditekankan adalah bahwa karena perbuatannyalah seorang wanita bijak layak dipuji (ayat 31), sama sekali bukan rupa dan keindahan jasmaniahnya. Wanita yang bijak ini pandai mengatur rumahnya, terampil dalam kerjanya, dan tenang menghadapi masa depannya. Ia “cantik” karena kepribadian dan kebajikannya yang luhur.

Keindahan wanita luhur dalam amsal ini seperti menggugat iklan dan promosi kecantikan yang sungguh memborbardir imajinasi kita akan kecantikan. Sampo, sabun, kosmetik, suplemen, perawatan wajah dan kulit, bahkan sampai operasi plastik; sebagian besar berisi ilusi akan kecantikan. Mampu mengubah permukaan wajah, namun mengabaikan keindahan batiniah. Cantik seperti itu akan sia-sia jika tidak disertai kebaikan, keramahan, dan budi pekerti. Jadilah cantik di dalam watak Anda, sebab kecantikan kulit akhirnya akan sirna ditelan masa.

CANTIK WAJAH ITU RELATIF DAN SEMENTARA

INDAH WATAK ITU LEBIH KUAT DAN LEBIH KEKAL

FEBE HETI TRI W

IT'S ME!!

Penulis: Denni Boy Saragih – www.renunganharian.net